Home Uncategorized Warna-warni Cerita di Kampung Warna

Warna-warni Cerita di Kampung Warna

Pengunjung Berfoto di Salah Satu Sudut Kampung Warna
(Foto: Glaha Glehe Art
Galery)

Pena Desa – Kampung warna-warni kini mulai merebak dan menjadi tren wisata kekinian. Rumah dengan cat warna warni dan aneka gambar-gambar unik menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Seperti halnya di RT 2 dan 3 RW 8 di Jl. Kampung Baru, Desa Bobotsari, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga ini, kawasan yang sebulan lalu masih tampak kumuh dan dengan imej pemudanya yang rata-rata preman kini telah berubah menjadi kampung yang indah dan ramah lingkungan.

Di hari pertama pembukaan, gang sempit dibelakang terminal Bobotsari ini sudah ramai dikunjungi. Para pengunjung kagum dengan aneka cat dan gambar yang ada di tembok di sepanjang gang tersebut.

“Berbeda 100% dari sebelumnya. Dulu kotor banget, sampah dimana-mana, selain itu banyak anak punk juga di sekitar sini jadi kurang nyaman. Kalau sekarang udah enakan, orangnya juga udah ramah-ramah, banyak spot foto yang keren-keren, asyik pokoknya,” ungkap Kurniasih, pengunjung dari Desa Cipaku , Purbalingga (17/8).

Dona Wahyuni De Fretes, salah satu penggagas kampung warna tersebut tidak percaya ketika usahanya mengubah kampung yang sebelumnya kumuh, banyak sampah dimana-mana, ditambah dengan pemudanya yang rata-rata pengangguran dan tukang minum-minuman keras menjadi kampung yang bersih, indah dipandang dan tentunya ramah lingkungan ini berhasil.

“Alhmdulillah dengan kerja keras dan dukungan dari berbagai pihak akhirnya impian saya dan teman-teman mengubah kampung ini bisa berhasil. Seneng banget rasanya bisa melihat perubahan disini, “ Ungkap Dona, wakil ketua Pokdarwis di Kampung baru yang juga seorang bidan ini.

“Dulu tempat ini tidak ada yang tahu, bahkan untuk berkunjungpun enggan karena kumuh dan imej pemudanya yang dulu kurang baik. Bahkan untuk posyandupun tidak ada disini, dan harus ke RW sebelah. Alhamdulillah, sekarang sudah mendapat perhatian dari berbagai pihak. Semoga bisa terus mengembangkan dan meningkatkan kesejahteraan warga kampung ini sehingga para pemudanya tetap ada kegiatan positif, tidak minum-minuman keras seperti dulu lagi,” imbuhnya.

Pengunjung Sedang Asyik Berfoto dengan Anek Lukisan yang ada di Tembok=tembok sepanjang Kampung Warna (Foto: Glaha Glehe Art
Galery)

Dengan modal dari pinjaman kas RW, para pemuda di Jl. Kampung Baru bekerja keras selama sebulan penuh untuk memperindah kampung mereka. Pengecatan, melukis, serta membuang sampah-sampah yang ada mereka lakukan secara bersama-sama, dari pagi hingga pagi lagi.

“Sangat mendukung hal ini. Jadi ada kegiatan positif bagi kami, meskipun capai tapi badanpun terasa lebih sehat dari sebelumnya. Kalau dulu nganggur dan kerjanya Cuma minum-minuman keras saja setiap harinya, ketika orang tua melarangpun tidak pernah kami hiaraukan. Tapi alhmdulillah dengan kegiatan di Kampung Warna ini kami sudah bisa berhenti untuk minum miras lagi,” ungkap Sofianto, salah satu pengurus Kampung Warna.

Ina Farida

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *