Home Uncategorized Lembah Hijau Panyatan, Surga ditengah hutan Pinus

Lembah Hijau Panyatan, Surga ditengah hutan Pinus

Asrinya Dusun Bawahan dari Gardu Pandang Igir Sibarat (Foto : Setiono/Yons Kumbang)

Pena Desa – Sejuk, tenang, damai dan mendamaikan, sedikit kata yang sudah cukup untuk mengungkapkan indahnya suasana lembah hijau Panyatan Dusun Bawahan Desa Gunung Wuled, Kecamatan Rembang Purbalingga.

Letak yang terpencil dan cukup jauh dari pusat kota perwira membuat dusun ini jarang terdengar dan dikenal oleh masyarakat luas. Ada banyak hal yang bisa dinikmati dan sayang untuk dilewatkan di dusun yang terletak diatara bukit dan hutan pinus ini.

“Di dusun ini banyak sekali yang bisa di explore. Pengunjung bisa menikmati indahnya sunrise maupun sunset di bukit Igir Sibarat kemudian melanjutkan dengan bermain air di curug panyatan dan curug sipete, dan menikmati indahnya sawah dan hutan yang menghijau, surga dunia,” ungkap Karsim, penduduk setempat beberapa saat yang lalu.

Pengunjung yang ingin menuju ke Dusun Bawahan bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Untuk sampai ketempat ini, dibutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan dari kota purbalingga. Jalan yang lebar dan sudah halus membuat tempat ini semakin mudah untuk di capai. Ada dua jalur yang bisa ditempuh untuk sampai kesini. Pengunjung Bisa melalui desa Tanalum maupun dusun Balong, Desa Losari, Rembang Purbalingga. Sesampainya di Dusun Bawahan, pengunjung bisa memilih untuk lokasi mana yang ingin dkunjungi terlebih dahulu. Ada curug Panyatan dan gardu pandang Igir Sibarat.

Lokasi yang cukup mudah di jangkau dan tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk mendaki membuat Igir Sibarat menjadi salah satu tujuan wisata. Untuk memperoleh pemandangan yang terbaik, pengunjung sebaiknya datang ke igir sibarat pada pagi hari untuk menikmati matahari terbit atau pada sore hari untuk menimati indahnya matahari tenggelam.

Setelah berjalan kaki yang sedikit membuat keringat menetes, pengunjung bisa menikmati keindahan lembah hijau Panyatan. Di atas bukit, pengunjung bisa melepas lelah sembari menikmati indahnya hutan pinus dibawah sana yang menghijau mengelilingi dusun, berpadu dengan derasnya aliran Curug Panyatan dan persawahan yang tak kalah indah dan asrinya. Semilir angin yang berhembus menambah indah suasana, membuat siapapun yang berkunjung ingin tetap berlama-lama ditempat ini.

“Sunrisenya bagus disini, matahari seakan-akan keluar dari celah bukit di depan. Terus pemandangan disini masih asri banget,” ungkap Al Fatah, pengunjung yang sudah beberapa kali menikmati indahnya Sunrise di Igir Sibarat.
Setelah puas menikmati keindahan dusun bawahan dari ketinggian, pengunjung bisa menikmati segarnya curug Panyatan yang berada tidak jauh dari tempat tersebut.

Curug Panyatan, Dusun Bawahan, Desa Gunung Wuled (Foto : Sotirin/ Glaha Glehe)

Hanya dengan berjalan kaki sekitar lima menit, pengunjung sudah bisa menikmati sejuk dan segarnya air curug panyatan. Begitu sampai di muka curug, pengunjung akan disambut dengan semburan air yang terbawa oleh angin, menenangkan.

Pengunjung Sedang menikmati Segarnya Air Curug Panyatan (Foto : Sotirin/ Glaha Glehe)

Jernihnya air yang jatuh dari bebatuan seakan memanggil pengunjung untuk segera bermain dengannya.
“Airnya jernih banget, segar, terus masih bersih juga, sayang banget kalau tidak mandi disini,” ungkap Afall Dia Sabila, yang sedang menemani adiknya bermain air di aliran curug.

Ina Farida

2 Comments

  1. Sule

    4 Februari 2017 at 12:39

    Sy udah ksana memang bner2 mntap

    Reply

    • sumampir

      6 Februari 2017 at 01:49

      terima kasih sudah berkunjung

      Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *