Home Wisata Sipentul, si Hangat Ditengah Hutan Pinus

Sipentul, si Hangat Ditengah Hutan Pinus

Pengunjung Sedang Berendam Menikmati Hangatnya Air Sipentul
Pengunjung Sedang Berendam Menikmati Hangatnya Air Sipentul

Pena Desa- Purwo Rumpoko, bersama beberapa temannya dari Purbalingga nampak sedang asyik berendam di kolam air hangat yang berada ditengah hutan pinus itu. Sesekali ia tampak berenang menuju ke pancuran yang ada di ujung kolam tersebut untuk menikmati air hangat alami yang mengalir dari pipa-pipa kecil. Air hangat tersebut berasal dari gunung pentul yang ada di Dusun Pentul, Desa Gunung Wuled, Kecamatan Rembang, Purbalingga, tidak jauh dari kolam tersebut.

“Seneng banget, hangat, ngga perlu masak air dulu, terus bau belerangnya juga tidak terlalu kuat jadi lebih nyaman, kalau yang dikolam ga terlalu hangat, mungkin tadi sudah kecampur air hujan juga” ungkap Purwo, beberapa waktu yang lalu saat berkunjung.

Untuk sampai ke kolam air hangat Sipentul, pengunjung bisa menggunakan motor roda dua agar lebih nyaman. Akses jalan menuju desa Gunung Wuled sendiri sudah beraspal, tetapi untuk sampai ke Dusun ada beberapa jalan yang sudah rusak sehingga pengunjung harus tetap berhati-hati. Setelah melewati jalan yang sedikit memacu adrenalin tetapi terkalahkan dengan indahnya pemandangan sekitar yang menyejukan mata dan mendamaikan hati, para pengunjung akan sampai di pemukiman warga. untuk kendaraan bisa diparkirkan di tempat tersebut, atau dititipkan ke rumah warga karena fasilitas parkir belum tersedia.

Setelah memarkirkan kendaraan, pengunjung harus memulai perjalanan dengan berjalan kaki kurang lebih sejauh 1,5 Km. Selama perjalanan, pengunjung akan melewati jalanan setapak di perkebunan warga. meskipun berjalan kaki, pengunjung akan dihibur dengan rindangnya pepohonan dikanan – kiri jalan yang berpadu dengan nyanyian serangga dan jernihnya aliran sungai di sepanjang jalan, perjalananpun terasa menyenangkan, dan lelahpun tak terasa.

Setelah menyusuri menyusuri jalan, dan melewati perkebun nanas milik warga maka pengunjung akan sampai di lokasi. Begitu sampai, pengunjung akan terhipnotis untuk segera menceburkan diri di kolam yang ada di tempat tersebut. Ada dua kolam yang disediakan, satu kolam yang cukup dangkal, dan satunya lagi agak dalam.

“Pokoknya ngga buang-buang waktu lagi, datang, ganti baju langsung nyebur. Saking nyamannya berendam jadi Cuma sedikit foto yang diabadikan tadi,” ungkap Dana Kurniawan, salah satu pengunjung selesai berendam.

“Ngga Cuma hanggat, pokoknya seru, berendam di air hangat di tengah hutan pinus yang masih sangat asri. Anti mainstream pokoknya, apalagi kesininya butuh sedikit perjuangan,” imbuh Dana Kurniawan.

Perjalanan Menuju Kolam Sipentul (Foto : Roni Pangestu)

Menikmati kolam air hangat di tengah asrinya hutan pinus kini menjadi salah satu destinasi wisata baru di Kecamatan Rembang.

Stimulasi Masyarakat

Dusun Pentul, Desa Gunung Wuled jelas masih asing dibandingkan dengan Desa-desa wisata lainnya yang ada di Kecamatan Rembang seperti Desa Wisata Panusupan maupun Desa Wisata Tanalum, tetapi keindahan alam yang ditawarkan tak kalah dibanding yang lain. Banyak tempat dan curug yang masih belum terjamah, tak diragukan lagi keasriannya.

Pembangunan kolam Sipentul diharapkan akan menjadi stimulant bagi masyarakat setempat agar bisa memberdayakan diri, sehingga bisa memanfaatkan potensi yang ada disekitar untuk meninggkatkan kesejahteraan mereka nantinya.

“Nantinya akan kami bentuk kelompok masyarakat, kemudian diberi pelatihan agar mampu untuk mengelola potensi alam yang dimiliki desanya. Setelah mampu maka diharapkan yang akan menjadi investor dan pengelolanya adalah masyarakat sendiri, sehingga nantinya kesejahteraan mereka akan meningkat,” ungkap Dedhy Kurniawan, pemrakarsa kolam Sipentul.

Untuk mendukung kolam tersebut, sedang dipersiapkan beberapa sarana pendukung, seperti kebun nanas di jalan menuju kolam, camping ground, dan sebagainya.

“Seneng banget ada tempat wisata disini, jadi rame. Biasane sepi, kalau mau main Cuma di sungai,” ungkap Nathan, anak kecil yang tinggal tidak jauh dari kolam sipentul.

Ina Farida

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *