Home Pendidikan Mengasah Asa di Sambirata

Mengasah Asa di Sambirata

Pengunjung sedang Mengamati Proses Pembuatan Gerabah
Pengunjung sedang Mengamati Proses Pembuatan Gerabah

Pena Desa – Suasana dusun yang biasa sepi, siang itu terlihat ramai. Puluhan anak kecil dan ibu-ibu tampak berkumpul mengelilingi nenek tua yang tengah sibuk membuat gerabah di halaman depan rumahnya.

Meski cuaca cukup terik dan keringat tampak mengucur dari wajah, tak sedikitpun mengurangi minat mereka untuk belajar melihat proses pembuatan gerabah tradisional yang tak pernah mereka lihat sebelumnya.

“Seneng banget bisa kesini melihat proses pembuatan gerabah. Bentuknya lucu-lucu,” ungkap Iffat Fauzia, salah satu murid dari PAUD Mutiara Harapan Desa Sumampir, Rembang Purbalingga yang sedang berkunjung ke Grumbul Sambirata, DesaWanogara Kulon, Rembang Purbalingga, Kamis (31/3).

Hal yang sama juga diungkapkan oleh wali murid yang ikut berkunjung.

“Jadi punya pengalaman baru. Biasanya Cuma bisa memakai ciri, sangan, sekarang jadi bisa melihat proses pembuatannya langsung. bisa beli gerabah langsung dari pembuatnya juga,” kata Haryanti seraya melihat-lihat gerabah setengah jadi yang sedang dijemur.

Grumbul Sambirata sendiri merupakan satu-satunya grumbul di Kecamatan Rembang yang memproduksi gerabah. Ilmu membuat gerabah mereka peroleh dari warisan nenek moyang mereka dahulu. Meski harga jual gerabah cukup rendah, tak sebanding dengan lelah mereka, tidak membuat para perajin yang sebagian besar wanita lanjut usia ini beralih profesi yang lebih menjanjikan. Bagi mereka, menjaga warisan leluhur agar tetap lestari jauh lebih penting.

Para pengunjung tampak terkagum-kagum dengan kecekatan perajin dalam membuat gerabah. Dalam beberapa saat saja, adonan yang semula masih berupa gundukan tanah liat sudah berubah menjadi sangat berbeda dari bentuk semula. Dengan alat-alat yang sangat tradisional, mereka bisa membuat gerabah dengan berbagai macam bentuk dan kegunaan dengan cepat.

Setelah puas melihat proses pembuatan gerabah, mereka berkeliling grumbul untuk melihat aneka gerabah yang sedang dijemur. Dari beberapa pengunjung tampak beberapa orang yang sibuk mengabadikan pemadangan yang jarang bahkan tidak pernah mereka lihat dengan kamera mereka.

Grumbul Sambirata menjadi alternatif untuk wisata sembari belajar, mengenalkan suatu hal yang saat ini semakin susah ditemukan.

“Tempatnya lumayan dekat dari sekolah, anak-anak bisa mengenal alat-alat tradisional yang sekarang sudah jarang mereka temukan dan mereka tahu cara membuatnya. Jadi bisa belajar sekaligus wisata,” ungkap Nur Halimah, salah satu pengajar di PAUD Mutiara Harapan.

Mengenalkan benda-benda tradisional yang jarang mereka lihat dan semakin jarang digunakan sejak dini menjadi cukup penting saat sekarang ini dimana hampir semua benda tradisional tergantikan oleh alat-alat modern.

Ina Farida

2 Comments

  1. Xandy

    29 Juni 2016 at 17:58

    Haahhaha. I’m not too bright today. Great post!

    Reply

    • sumampir

      30 Juni 2016 at 01:31

      thanks 🙂

      Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *